Rabu, 08 Februari 2017
Minggu, 05 Februari 2017
RASAKU TELAH MATI
Terdiam aku dengan kesungguhan nadamu
bahwa aku bukan jalan hidupmu,..
Kau minta ku tetap di sini,.. dan ku masih di sini
setia menjadi diari hidupmu,..
Ku gembira di bahagiamu,..
Ku menangis di sedihmu,..
Aku berharap masih punya simpati untukku,..
Berharap masih punya kesempatan untuk bahagia,..
Lama-lama aku jadi tau,..
Semakin ku inginkanmu,..
semakin ku harus melupakanmu..
Tak mungkin ku menunggu sampai kau mahu,..
kerna yang ku mahu kau tak mahu..
Maaf, ku tak sanggup lagi menatapmu
dengan kebohongan mataku,..
Ku tak sanggup menyentuh hangat bahasamu
dengan senyum sakitku,..
Dan aku tak mungkin dapat bertahan,..
Kau pasti tinggalkan aku saat kau temukan bahagiamu,..
Pastilah kau tinggalkan aku untuk indah hidupmu,..
Mohon jangan kau kenang aku saat kau sedang setia,..
Mohon jangan kau abadikan kisah tanpa status ini,..
Aku tak ingin jadi bahagian dalam sejarah hayatmu,..
Aku biarlah begini,.. tanpa cinta..
Aku tetaplah begini,.. tanpa cinta yang lain..
Cinta takkan lagi tumbuh dihatiku,..
Rasaku telah mati bersama cinta yang kalah....!
KEPADA SEBUAH HATI
CINTAKU padamu adalah kerja. Aku ikhlas mengerahkan dan mengarahkan pikiran dan tenaga. Aku tak berharap upah apa-apa, kecuali bahwa aku bangga karena telah mengabdikan diri padamu, pada cinta itu.
Ketika kupeluk kamu, kapan saja sempat kulakukan itu, dan itu bisa berkali-kali dalam sehari, aku sebenarnya hanya ingin memulihkan tenaga hati, menghangatkan suhu jantung lagi. Tidak, aku tidak lelah, aku tidak pernah lelah, sebab mencintaimu adalah kerja seperti jantung berdetak. Jantung mencintai detaknya itu. Aku mencintai cintaku, cintaku padamu itu.
Jantung hanya tahu bahwa dia masih ada ketika dia rasakan detaknya. Seperti itulah aku, yang merasa masih tetap ada selama aku masih mencintai kamu
Aku tahu tahun-tahun ini
bukanlah tahun-tahun ramah
tapi aku berdaya-upaya
ingin ku melesat namun itu hanya cinta
beramah-tamah dengan pelangi
sampai segala apapun mampu didapat
nah barulah kerja tuntas
bila sampai menjamah l batas
ya jangan sampai sakit lagi ya..
Sebuah bintang tetaplah bintang Warna bak penghias kegelapan Memendar dalam terang Ku sebut dia bintang dalam harapan , semagat jadi lah bintang ku
ku terlena. Dalam letih dalam letih ku. Dingin menari memikirnya i dalam terawang terus merapat. Menikmati aliran darah yang dirasa sekujur tubuhnya. Tanpa tangis, tanpa risau, tanpa dia tau apa yang sedang dia rasa.
Hatinya terbawa dalam hanyutnya sebuah sunyiMematung, membasuh, tengadah. menikmati indahnya, dalam buai kasmaraan yang merekat. Menyengat dalam pekat hingga membawa dalam larutnya dan nikmat sang letih lelah ku
tak an berpaling menggebu lirihnya. Menggerakkan perlahan basuhan dan usapan pada wajah pucat dalam kantuk dalam lelah.merasakan nikmatnya Menikmati getar-getar detakan jantungnya
Untuk segala nikmatNya atas letih ku merasakan bahagianya sebuah kesegaran kembali akan semua curah keringat ini..
TERIMAKASIH ATAS SEGALA SEMANGAT YANG KAU BERI
Langganan:
Komentar (Atom)
